This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 29 Januari 2018

Peresmian Hasil Pembangunan 2017

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, S. Ag. M. Si meremikan hasil-hasil pembangunan tahun 2017 untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, baik gedung perkantoran, ruang kelas baru, laboratorium, jalan dan imprastruktur pembangunan lainnya.

Acara peresmian itu dihadiri oleh ketua DPRD Lombok Barat Hajah Sumiatun, setda HM Taufiq, dan dinas SKPD yang yang ada dilingkup pemda Lombok Barat.

Semoga semua itu dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat. Demikian harapan yang disampaikan bupati HFK.

Minggu, 28 Januari 2018

HFK: MAGRIB MENGAJI BERSAMA SKPD

Sejak dilantik menjadi bupati Lombok Barat menggantikan Dr. H. Zaini Aroni, M. Pd. Haji Fauzan Khalid, S. Ag. M. Si membentuk tradisi baru yaitu acara khataman Al-Qur'an di pendopo bupati. Mengacarakan khataman al-Qur'an setiap bulannya diperuntukkan bagi para pejabat di lingkup pemda Lombok Barat.

Program tersebut merupakan cikal bakal program magrib mengaji untuk masyarakat. Tapi, bagaimana mau mencanangkan magrib mengaji untuk masyarakat kalau SKPD sendiri belum bisa melaksanakannya. Karena itu, menurut bupati HFK sepatutnya kami yang memulainya di pendopo. Bila program khataman al-Qur'an sudah mentradisi di lingkup SKPD maka gampang diteteskan untuk masyarakat Lombok Barat. 

Program magrib mengaji menjadi sangat penting memgingat bahwa anak-anak kita lebih banyak berada di depan TV dan memegang HP android dibandingkan berada di tempat ngaji. Untuk mentradisikan program magrib mengaji ini diharapkan ada sinergi atau kerjasama orang tua dan masyarakat agar waktu magrib dipakai untuk mengaji. 

Program magrib mengaji belakangan ini mendapatkan apresiasi positip dari masyarakat. Para tokoh agama, tokih masyarakat dan pemuda/i ikut ambil bagian pada setiap acara khataman al-Qur'an di pendopo bupati Lobar. 

Acara khataman al-Qur'an diawali dengan shalat magrib berjama'ah, mengaji, dan terakhor tausiyah dari Tuang Guru. Semoga dengan program itu, Lombok Barat amanah pemimpinnya, sejahtera dan berprestasi masyarakatnya di bawah payung agung Ilahi Rabbi (Waq Yar) 

BUPATI HFK PACU SEMANGAT WIRAUSAHA

Desa Banyu Mulek kecamatan Kediri Lombok Barat sudah lama dikenal sebagai sentra kerajinan Gerabah yang berkualitas. Tangan-tangan trampil cekatan membuat beraneka bentuk produk sesuai mal yang ada. Ada kendi, tempat minum, tempat air, kete, asbak, dan aneka produk kerajinan gerabah lainnya.

Keterampilan para perempuan Banyu Mulek membuat aneka bentuk gerabah merupakan turunan atau warisan dari orang tuanya. Hampir sebagian besar warganya memang hidup dari hasil gerabah. Maka tidak usah heran, jika berkunjung ke desa Banyu Mulek kita akan dapatkan aneka produk gerabah berserakan di sekitar rumah warga.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, S. Ag. M. Si berkesempatan melihat secara langsung aktivitas warganya. Pada saat berada di salah satu rumah warga pengrajin gerabah bupati HFK disambut hangat dan sambil bercanda bersama ibu-ibu pengrajin. Terlihat bupati HFK tertawa lepas. Bupati saat kunjungannya memgajak pengrajin untuk terus meningkatkan kualitas produknya sehingga semakin diminati oleh pasar mancanegara. 

Bunyu Mulek menjadi terkenal karena kerajinan gerabah. Namun jangan salah, desa ini juga terkenal karena semangat keagamaan yang kuat. Religiusitas warganya termaktub pada masjid kembar yang mereka bangun di pusat desanya. Juga, para orang tua menyekolahkan anak-anaknya ke Ponpes yang ada di kecamatan Kediri seperti Ponpes Nurul Hakim. Hal itu membuktikan sifat religiusitas warga Banyu Mulek di balik kerajinan gerabah sebagai sumber ekonominya. 

Sabtu, 27 Januari 2018

Wanita Tangguh Wakil Bupati HFK

Di jajaran birokrasi Lombok Barat, Siapa yang tidak kenal dengan ketua DPRD Lombok Barat. Ia adalah Hajah Sumiatun. Seorang perempuan tangguh, setia, dan tahan banting menghadapi hidup yang tidak mudah. Bagaimana tidak? Selama puluhan tahun, ia hidup mendampingi suaminya di daerah Sekotong yang dikenal keras. Watak dan karakter manusia Sekotong dikenal keras tapi baik hati kalau sudah kenal lebih dekat.

Gambaran orang luar tentang watak dan karakter warga Sekotong tidak semuanya benar. Saya memiliki banyak sahabat atau batur (bahkan mahasiswa) dari daerah ini yang pemalu dan tidak mau menyakiti orang lain. Memang karakter dan watak manusia tidak semuanya sama. Pun halnya dengan warga Sekotong, ada yang keras, ada yang lemah lembut, dan ada pula yang sangat peduli dengan kondisi sosial masyarakat.

Hajah Sumiatun, hidup di daerah sebagaimana penggambaran di atas. Maka tidak heran kalau ia dikenal sebagai wanita tangguh dan kuat menemaninya suaminya menghadapi kehidupan.

Kini, ia menduduki jabatan sebagai ketua DPRD Lombok Barat dari Partai Golkar. Dalam dunia politik, ia sudah paham betul tingkah polah dan perilaku para politisi di gedung legislatif. Dengan sifat keibuan yang dalam, ia mampu memediasi segala permasalahan politik yang terjadi di internal legislatif.

Kesuksesan menjadi marsinis di gedung legiskatif tidak membuatnya jumawa dengan melupakan tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga. Usai menjalankan tugas kedinasannya, ia tenggelam dalam rutinas sebagai ibu rumah tangga. Ia tidak canggung dan gengsi. Di rumah, ya sebagai ibu dari anak-anaknya dalam mendampingi suami. Tidak ada yang berubah, tetap seperti yang dulu, ujarnya sembari senyum.

Berbelanja untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian keluarga tetap dijalankannya dengan penuh tangging jawab. Ia, wanita jamaq-jamaq yang tahu tugas dan kewajiban. Sebagai pemimpin, ia dapat digolongkan sebagai pemimpin milenial atau pemimpin jaman naw.

 Hajah Sumiatun wanita tangguh dari Eat Selatan. Dalam konteks pilkada 2018, ia bersepakat atau besopoq angen berpasangan sebagai wakil bupati dari H Fauzan Khalid, S. Ag. M. Si. Secara geopolitik paslon ini sangat pantas disandingkan karena mewaikili eat utara dan selatan (Waq Yar) 

Silaturrahiem Berbalik Cinta

Selaku bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, S. Ag. M. Si terus melakukan safari ke pelbagai elemen masyarakatnya,  tidak terkecuali ke Pondok-pondok Pesantren. Salah satu Ponpes yang baru-baru ini dikunjunginya yaitu Ponpes Abhariah Jerneng desa Terong Tawah kecamatan Labuapi yang diasuh oleh Almukarram Tgh. Ulul Azmi.

Hadir pada acara tersebut para jama'ah pengajian dan santriwan/i yang diasuh Tgh Ulul. Juga tampak hadir Hj Sumiatun (ketua DPRD Lobar), mantan setda Lombok Barat H Lalu Serinate dan mantan asisten satu setda Lombok Barat Tgh. Ms Udin. Juga putra semata wayang dari Tgh Ulul Azmi yakni Imam Kafali, S. Pd. Imam Kafali salah seorang anggota DPRD Lobar dari Partai Golkar. 

Kehadiran bupati ke Ponpes dalam kerangka mempererat sinergi antara ulama dan umara di daerah Lombok Barat. Semua elemen masyarakat harus bersinergi untuk mendukung pembangunan yang sedang berlangsung. Bupati terus membuka diri menerima masukan dari seluruh masyarakat. Para Tuan Guru sebagai bagian utama dari masyarakat patut dimintai do'a, dukungan, dan masukannya agar Lombok Barat dicintai dan diridhoi Allah Swt. 

Pada kesempatan silaturrahiem ke Ponpes Abhariyah, bupati tidak menampik dugaan orang ada muatan politisnya. Ya, biarkan saja toh memang lagi urus politik, koq diduga-duga, kata HFK. Silaturrahiem yang dilakukan dalam bingkai menemukan jalan atau titian menggapai hikmah. Do'a dan dukungan para Tuan Guru sangat didambakan oleh bupati HFK. Ingat bahwa hanya do'a yang dapat membuka pintu langit dan pintu hati, ujar bupati HFK

Ponpes bukan dunia yang lain bagi bupati HFK karena ia juga santri yang pernah mengenyam pendidikan di Ponpes Hamzanwadi Pancor, Al-Islahudiny Kediri, kemudian melanjutkan studi agamanya ke IAIN (UIN)  Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Pendidikan Magister bidang ilmu politik di tempuhnya di Universitas Gadjah Mada (UGM)  Yogyakarta.