Minggu, 09 Februari 2020

ISIS EKS WNI MAU DIAPAKAN


Saya terus mengikuti diskursus terkait usulan pemulangan anggota eks WNI eks ISIS yang tercerai berai di Suriah. Tak tanggung-tanggung pejabat pemerintahan berdiskusi panjang tentang apakah mereka dipulangkan atau tidak.

Saya sendiri tidak penya alasan untuk setuju terhadap kepulangan eks WNI eks ISIS. Mereka bukan lagi WNI terbukti dari pembakaran paspor Republik Indonesia yang mereka miliki. Karena itu, bagi saya tidak alasan untuk memulangkan mereka.

Saat mereka memutuskan keluar dari WNI untuk bergabung dengan negara hayalan yang disebut ISIS. Saat itu pula, Indonesia tidak punya kuasa untuk tetap memgklaim bahwa mereka WNI dengan alasan apapun. Biarlah mereka hidup dengan pilihannya. Toh, mereka bahagia dan nyaman hidup dalam bingkai ISIS.

Dari pada menghabiskan energi untuk diskusi tentang eks WNI, lebih baik pemerintah fokus untuk mensejahterakan rakyatnya yang dengan sabar bertahan untuk mengharapkan hidup sejahtera. Pasti rakyat Indonesia kalau ditanya apakah rakyat setuju kalau anggota ISIS eks WNI di pulangkan?

Saya yakin, mayoritas rakyat Indoensia tidak akan setuju dengan berbagai alasan. Mungkin, alasan utamanya adalah kalau mereka dipulangkan dihawatirkan mereka akan bikin masalah dengan membikin milisi baru di Indonesia untuk melawan pemerintah. Ingat, jaringan dan doktrin mereka sangat kuat dan rapi.

Masalah HTI dan FPI saja belum terselesaikan dengan baik, malah mau memulangkan milisi atau tentara ISIS yang tersebar di Timur Tengah. Terkesan pemerintah tidak punya kerjaan karena berdiskusi terkait rencana untuk memulangkan mereka. Apa yang mereka lakukan sebagai bentuk jihad dan masuk surga kalau mati syahid.

0 komentar: