Rabu, 08 Januari 2014

MEMBELI WAKTU

Setelah KPU RI menganulir hasil kerja Timsel KPU NTB, terasa keputusan semakin tidak jelas alias mengambang. Ada kesan KPU RI sengaja mengulur-ulur waktu siapa yang mau ditetapkan menjadi komisioner KPU NTB.

Spekulasi pun bermunculan, apakah tes ruhani yang telah dilaksanakan di rumah sakit jiwa Mataram beberapa waktu yang lalu akan melahirkan wajah-wajah baru yang berbeda dengan hasil kerja timsel lalu atau justru akan menguatkan hasil kerja timsel yang sudah dianulir itu. Entahlah.

Namun, masyarakat berharap KPU RI segera saja mengumumkan hasil kocok ulang calon anggota KPU NTB. Sebab cepat atau lambat pasti akan memunculkan reaksi atas kerja KPU Ri yang telah mengambil alih kerja timsel. Saya hawatir, semakin diulurnya waktu penentuan komisioner KPU NTB bisa berdampak negatif terhadap integritas penyelenggara pemilu.


Seakan masyarakat (khususnya kompetitor calon anggota KPU NTB) sedang membeli waktu. Mereka sedang galau terus menunggu ketidakpastian siapa saja dari mereka yang akan ditetapkan menjadi komisioner KPU NTB. Menetapkan wajah lama versi timsel (yg sudah dianulir) atau akan memunculkan wajah baru versi KPU RI. Saya berfikir bahwa kedua versi itu pasti akan mendapat reaksi dari para kompetitor. Kenapa? Karena masalahnya tidak lagi pada persaingan bebas, tetapi sudah mengarah pada masalah harga atau integritas diri.

Masalah lainnya, pasti sedang menunggu yakni kemungkinan mereka yang tidak lolos pada seleksi calon anggota KPU Kabupaten/Kota akan menuntut hal yang sama dengan apa yang terjadi di KPU NTB. Dari data yang ada, hanya kabupaten Lombok Tengah dan kota Mataram saja yang melakukan tes kesehatan ruhani, sedangkan kabupaten/kota lainnya tidak melakukan sama sekali.

Nah, kalau hal itu nantinya terjadi, maka akan berdampak pada pelaksanaan pemilu yang sudah semakin dekat. Wacana kocok ulang seleksi calon anggota KPU kabupaten/kota yang bermasalah semakin santer terdengar. Kalau sudah begini, maka pasti masyarakat akan dirugikan.

Oleh karena itu, sebaiknya KPU RI segera saja mengumumkan hasil kocok ulang calon Anggota KPU NTB secara obyektif tanpa harus galau dengan segala bentuk tekanan yang justru akan menambah sulit posisi komisioner nantinya. Masyarakat membeli waktu yang sedang digenggam oleh KPU RI. Semoga saja KPU RI bisa berdiri di atas objektivitas untuk menghasilkan penyelenggara pemilu yang berintegritas, jujur, dan adil. Jangan lagi paksa masyarakat untuk waktu lebih lama lagi.

Bagu, 08012014.116.07


0 komentar: