Senin, 17 Juni 2013

TERSERAH TUHAN SAJA


Beberapa orang heran atau bahkan mengeluh terhadap kondisi cuaca yang cepat sekali berubah. Setidaknya itu yang saya alami ketika perjalanan menggunakan jasa angkutan Lion Air dari Bandara internasional Ngurai Rai Bali menuju Kota Bandung. Cuaca sepanjang perjalanan sangat baik, cerah dan pesawat yang kami tumpangi tidak mengalami guncangan. Terasa nyaman berada dalam pesawat dan sempat tertidur pula.

Selama satu jam dan 10 menit penerbangan si pramugari cantik menginformasikan bahwa pesawat akan segera landing di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Kami pun mulai mengencangkan ikat pinggang dan merasakan pesawat bergoyang karena menembus awan hitam. Kondisi yang biasa ketika semua pesawat akan landing.


Sudah hampir 10 menit, pesawat terus saja berputar-putar keluar masuk menembis awan dan berbelok menghindari awan hitam pekat yang mungkin berbahaya bagi pesawat terbang. Kami semakin heran kenapa pesawat tidak landing juga. Kira-kira sudah 20 menit berputar-putar di atas kota Bandung, barulah sang pilot menginformasikan bahwa pesawat tidak diijinkan landing karena cuaca buruk yang menyelimuti bandara Husein Sastranegara Bandung. Karena itu, sambil menunggu cuaca membaik, kita akan terus berputar di atas kota Bandung selama 20 menit ke depan, kata Pilot Lion Air.

Setelah lebih dari waktu yang diinformasikan, si pramugari menginformasikan bahwa kita akan segera memdarat di Bandara Intermasional Soekarno Hatta di jakarta. Lah, kata para penumpang kenapa di Jakarta, tanya seorang penumpang yang seakan menjadi wakil penumpang lain untuk tahu alasan ke Jakarta. Si pramugari cantik menjwab, karena belum diijinkan mendarat di bandara tujuan dan bisa membahayakan. Kami pun memahami kondisi cuaca itu dan tidak ada komentar apapun dari penumpang.

Dalam kondisi penantian cuaca membaik di dalam pesawat yang parkir di Bandara Soekarno Hatta saya berdiskusi dengan penumpang yang duduk di sebelah tentang perubahan dan tidak tepatnya musim penghujan dalam tiga tahun terakhir ini. Kata penumpang, seharusnya saat ini sudah memasuki musim kemarau tetapi masih saja hujan. Ada apa dengan alam ini? Dia yang bertanya dia pula yang menjawab pertanyaannya sendiri. Akhirnya, saya menjawab pertanyaan penumpang tadi begini sahabat, terserah Tuhan sajalah. Apakah mau hujan di musim kemarau atau kemarau di musim hujan, biarkan itu kuasa Tuhan dan hal ini menjadi bukti bahwa Tuhan tidak mau diatur. Karena Tuhan pencipta dan berkuasa atas mahluknya. Wallahul muwafiq ila Darissalam.

Hotel Ciumbaleuit, Bandung, 12062013.06.00.29

0 komentar: